Pedoman Untuk Pemula Yang Mau Belajar Tracking

Tracking merupakan salah satu cara untuk mendapatkan sinyal dan siaran - siaran televisi untuk kita tonton dan nikmati, dan untuk kali ini kita akan membahas Pedoman Untuk Pemula Yang Mau Belajar Tracking.

Posisi Satelit dalam tracking :
Satelit berada sejajar digaris khatulistiwa. maka dari itu dalam mencari sinyal suatu satelit kita hanya mengarahkan parabola ke arah barat/timur. karena garis khatulistiwa membelah indonesia menjadi 2 bagian yakni utara dan selatan, maka bagi anda yang tinggal didaerah yang ada di selatan khatulistiwa, kemiringan parabola mutlak ke utara. dan untuk yang tinggal disebelah utara khatulistiwa kemiringan parabola mutlak kesebelah selatan. dan yang berada digaris khatulistiwa tetap tegak lurus (0°). 


Hal lain yang sering kali ditanyakan adalah arah satelit seperti ini :

Satelit : Asiasat 5 (100.5 E)

para pemula sering bertanya arahnya kemana. apakah ke barat atau ketimur atau tegak lurus keatas. dalam hal ini jawabannya ada pada pemahaman anda sendiri. biar anda mudah memahaminya saya akan beri sedikit gambaran bagaimana caranya. 
  1. pertama, tentukan dulu berapa derajat dimana anda berdiri. gunakan GPS. 
  2. kedua, jika sudah tau berapa derajat posisi anda berarti anda sudah siap menganalisis. contoh : misalnya diketahui anda ada diposisi 120° E dan asiasat 5 ada di 100.5 E, berarti anda harus mengarahkan parabola ke arah barat. kenapa ke barat ?? karena anda ada di 120°, itu berarti tegak lurus parabola ada di 120°. dan karena asiasat 5 ada di 100.5° yang berarti belum melewati posisi tegak lurus anda, maka arahnya ke barat tapi cuma bergeser sedikit saja dari tegak lurus anda. contoh berikutnya, jika anda ada diposisi 95°, berarti anda harus mengarahkan parabola ke arah timur dari tegak lurus untuk mencapai 100.5.

intinya, semakin besar derajat posisi anda dibanding derajat satelit, maka semakin besar kemiringan parabola ke arah barat. Dan semakin besar derajat suatu satelit dibanding derajat posisi anda, maka semakin besar kemiringan parabola anda ke arah timur. paham !!!  
Selanjutnya yang sering saya temukan lagi yang seperti ini :Apakah recever Mpeg4 bisa nonton siaran Mpeg2 ???Mohon untuk diketahui dan dipahami, siaran yang berformat Mpeg2 maupun 4 diibaratkan perbandingannya seperti VCD player (Mpeg2) dan DVD player (Mpeg4). Jadi, kalau kita mau nonton kaset VCD tentunya bisa ditonton melalui VCD player dan DVD player. dan jika kita mau nonton kaset DVD tentunya bisa ditonton di DVD player dan pastinya TIDAK BISA di VCD player. paham !!! Nah jika anda yang recevernya sudah Mpeg4 tapi belum support HD (High Definition), tentunya anda tidak bisa menikmati channel dalam format HD. ada juga yang recevernya sudah Mpeg4 + HD tapi belum support audio berformat AAC. tentunya anda cuma bisa menikmati gambarnya saja tanpa ada suara (bisu). Ada juga recever Mpeg4 + HD tapi tidak support dimasukan SID. sehingga membuat repot bagi anda yang mau input biss dari satu frekwensi yang memunculkan banyak channel dan masing" channel berbeda biss. seperti channel bein HK 1,2,3 di asiasst 5. Jadi, pandai - pandai lah memilih dan membeli. 

Ada juga yang bertanya seperti ini : C Band apa Ku Band min ?? Perlu diketahui untuk pemula. Ciri-ciri yang paling mudah diketahui dari channel berfrekuensi C band dan Ku band adalah dengan cara melihat banyaknya digit (angka) dari frekuensi tersebut. Untuk C Band jumlah digitnya ada 4. contoh : 3745 dll. dan untuk Ku Band jumlah digitnya ada 5. contoh : 11050 dll

Oh iya sekedar informasi yang sangat penting dan sangat berpengaruh untuk kualitas sinyal, arah parabola tidak boleh terhalang gedung atau pepohonan yang rimbun yang mengakibatkan kualitas sinyal kecil bahkan tak ada sama sekali.

Belum ada Komentar untuk "Pedoman Untuk Pemula Yang Mau Belajar Tracking"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel